5 comments on “Karena Senyummu Begitu Mempesona

  1. idah baca senyuman mempesona jadi teringat kejadian tadi, abu. . .

    naik motor, hampir saja nabrak abang becak. . .😆
    sebenarnya hati ini takut, takut kena “semprit” abang becak, tapi karena idah kasih senyum si abang membalasnya dengan senyum. . . wkwkwkkw

    smapi dirumah ngakak sendiri. . .😀

  2. ia,,,

    saya sendiri beralasan untuk tersenyum kepada orang lain, karena saya tidak suka jika orang lain pasang muka masam saat bertemu dengan saya…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s