9 comments on “PON Terperosok di Lubang yang Sama

  1. Iya nih pak, negara ini sebenarnya sudah jenuh dengan para korupsi. Bahkan pajak yang sebenarnya wajib dibayar tiap bulannya atau pertahun jadi merasa ‘gak ikhlas’ jika pada akhirnya diselewengkan seperti itu. Apa mereka sudah tidak menilik lagi ya tentang nasib masa depan keluarganya di akherat?
    Tentang dampak yang timbul di keluarganya jika tanpa ada keberkahan didalamnya..😦
    menyedihkan jika seperti itu masih dipelihara..

    • sebernarnya sih setiap manusia itu diberikan hati nurani, yang terkadang kalau kita melakukan sesuatu yang tidak benar, pasti hati kita akan berontak, cuma terkadang sifat fujur lah yang sering kali lebih dominan, daripada sifat taqwa, sebagaimana tersurat dalam Al-Qur’an As-Syams ayat 8-10.

  2. Menyedihkan ya, Mas, sungguh.
    Di manakah hati nuraninya? Tidak membekas dan pengaruhkah pemahamannya agama dan Tuhan? Betapa meraka tega mengambil yang bukan haknya. Dan, hingga kini, sosok-sosok itu masih mengaku diri: sebagai manusia.

    • Sangat sedih sekali Ustadz kalo melihat polah tingkah pemimpin di negeri kita tercinta ini yang masih bisa melambaikan tangan seperti layaknya orang-orang yang tidak bersalah, dikala dirinya adalah seorang koruptor ….

    • Selamat Siang Idah🙂, Alhamdulillah kabar baik, hehehee aku kayaknya tambah lebih parah, lama gak pernah update n silaturrahim ke sahabat-sahabat yang lain,
      Matur suwun rawuhipun…🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s